KONTROVERSI KANGEN BAND
Grup musik yang fenomenal
Apa yang terlintas dalam fikiran anda saat mendengar kata ”KANGEN BAND”
”kenjen ben” begitu banyak orang menyebutnya. Entah itu suatu bentuk cacian atau panggilan sayang.
Banyak orang yang mengacungkan jempolnya kebawah saat menjemput kehadiran band tersebut di kancah industri musik Indonesia.
Namun tidak sedikit pula yang berjiwa besar untuk mengakui keberadaan mereka disaat banyak orang yang menapik dan meragukan atau bahkan meremehkan talent mereka.
Buktinya ada salah satu PH (production house) membuatkan mereka sebuah film yang di tayangkan disalah satu stasiun TV, menceritakan dari mulai perjalanan karier Band kangen, sampai kehidupan asmara sang vocalis, judul film tersebut yang membuat kangen band semakin dikenal fenomenal saat ini, yaitu AKU MEMANG KAMPUNGAN, entah apa yang ada di benak sang produser.
Tapi menurut saya hal itu hanya ingin meraup keuntungan semata.
Lalu bagaimana dengan kangen band?
Apa mereka enggak tersinggung?
Memang kehidupan di ibu kota begitu keras, terutama dalam bersaing mencari uang.
Mungkin itu yang sedang dialami oleh seluruh personil kangen band, harus tertatih-tatih dulu, barulah selanjutnya bisa tersenyum dengan hasil keringat mereka.
Bisa dibilang, ”wajah boleh kampungan tapi nasib mertopolitan donk”
Pro dan kontra
Keberhasilan kangen band memang penuh dengan ketidak sengajaan. Mereka yang berasal dari kampung, mungkin tidak memiliki cukup dana untuk melakukan recording yang profesional, layaknya musisi-musisi lainnya.
Hanya dengan bermodalkan alat rekam seadanya mereka memulai dari mengirimkan rekaman mereka ke radio-radio yang ada di Lampung(tempat asal mereka).
Ternyata, respon dari masyarakat cukup menggiurkan terbukti dari banyaknya permintaan dari pendengar untuk memutarkan lagu mereka.
Namun ada pihak yang memanfaatkan moment tersebut untuk memperoleh keuntungan tanpa sepengetahuan band kangen. Lagu mereka di bajak dan di atas namakan kepemilikanya oleh pihak lain. Tentunya Dody sang gitaris sekaligus juga pencipta lagu tersebut tidak terima atas perlakuan pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Untunglah dody memiliki bukti yang cukup kuat atas kepemilikan lagu tersebut.
Setelah berhasil melakukan recording secara profesional, akhirnya kangen band mulai merambah industri musik di Jakarta, semula hal itu baik-baik saja. Entah mengapa setelah mereka melakukan aksi panggung, sambutannya tidak sehangat pada saat menedengarkan lagu mereka.
Bahkan tidak sedikit cacian dan makian yang juga mereka dapatkan setelah itu.
Bagi sejumlah kalangan termasuk musisi senior, kesederhanaan aransemen musik dan syair itu bukan disengaja melainkan karena Band bentukan 4 Juli 2005 itu tidak bisa bermain musik. Bahkan ada yang berpendapat munculnya lagu-lagu Kangen Band menandai runtuhnya kreativitas musik Indonesia. Cacian dan makian merebak di mana-mana. Terakhir muncul cacian dalam bentuk lagu yang dibawakan sebuah kelompok musik rap. Lagu yang beredar lewat jaringan ringtone telepon genggam dan internet ini mengarah pada serangan pribadi dan kebencian yang tidak beralasan, ‘This is love song specially for Kangen Band. Yo amit-amit/Baru sekali ini kejadian seumur hidup. Ada sampah jadi perhatian/You know Kangen Band yang personelnya udik… You check this, I will kill Kangen Band. …yang lebih pantes jadi pengamen. Mereka adalah contoh kebodohan’.
Personil Kangen Band, Andika (vokal), Dody (gitar1), Thama (gitar 2), Bebe (bas), Iim (drum), dan Izzy (keyboards), memang berasal dari rakyat jelata yang terbilang pas-pasan. Berbeda dengan sejumlah musisi atau band terkenal – ikut-ikutan mencaci dan menghina – yang datang dari keluarga mapan yang punya kesempatan dan segudang fasilitas. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling. Jadi tidaklah mengherankan, saat Kangen Band diambil oleh Warner, perusahaan rekaman besar yang juga menaungi Jikustik sampai Maliq & D’Essential, mereka seperti bermimpi di siang bolong. Warner sebagai bagian dari perusahaan rekaman raksasa Warner Group juga mengedarkan album dari sederet nama terkenal, mulai Phil Collins, MUSE, My Chemical Romance, sampai Linkin Park.
Fenomena kangen band, bisa dijadikan pembalajaran untuk kita semua, mereka yang seyogya-nya adalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan, namun dibalik kekurangan itu mereka menciptakan keindahan untuk mereka sendiri.




walau banyak yang mencaci kalian tapi kalian harus tetap sabar dan banyak berdoa agar band kalian jg tetap di sukai termasuk aku yg menyukai lagu2 kalian karena selalu menyentuh hati dan sangat bermakna apalagi lagu pujaan hati dan doi karna menurut nurul itu sangat berkesan sekali sukses kangen band
maaf kalo ada kata2 yg salah
terima kasih atas komentar nya…..
Maju terus kangen band aku mendukungmu,.